Tags

, ,

Sewaktu masih kanak-kanak dulu, beberapa hal yang kami sukai adalah mencari jangkerik, menerbangkan layang-layang, dan berburu belalang. Namun, dari beberapa hal yang kami sukai itu, berburu belalang-lah yang paling kami sukai.

Biasanya kami berburu belalang di waktu-waktu masim hujan, di mana adakalanya kami berburu dalam guyur hujan dan adakalanya dalam keadaan gerimis kecil selepas hujan –dengan menggunakan batang-batang pohon songler kami sebagai pemukul.

Tentu saja belalang-belalang itu ada yang kecil, ada yang sedang ukurannya, dan ada yang besar, di mana memang ada ragam jenis belalang.

Kami memburu mereka saat mereka terjebak hujan dan genangan air di sawah-sawah tempat kami memburu mereka, di mana mereka kesulitan untuk terbang, dan kalau pun mereka berusaha terbang, kami akan segera memukul mereka dengan batang-batang pohon songler kami.

Saat mereka mengapung dan terkapar di atas genangan air di sawah-sawah itulah kami akan mengambil mereka dan memasukkan mereka ke wadah-wadah kami yang telah kami ikatkan di pinggang atau di celana pendek kami.

Adakalanya kami melakukannya di pagihari, sianghari, atau di sorehari, tergantung kapan hujan itu sendiri turun. Itu kami lakukan ketika kami masih duduk di kelas 3 hingga kelas 5 sekolah dasar kami, yang kebetulan berada di samping desa kami.

Bila kami sudah merasa cukup banyak mendapatkan atau memburu mereka, kami menyerahkannya kepada ibu kami untuk digoreng atau dimasak, yang adakalanya kami makan sebagai lauk makan kami.

Ibuku sendiri akan menggoreng belalang hasil buruanku itu dengan dicampur bawang goreng dan sedikit dibuatkan bumbu, sehingga terasa lezat sebagai pelengkap nasi –dan aku akan makan dengan lahap sekali.

Sulaiman Djaya (2006)

Sulaiman Djaya oleh Asep S Bahri

Advertisements